KURSOR

Elsa - Disney's Frozen

Minggu, 28 September 2014

PENGERTIAN SOSIOLOGI MENURUT PARA TOKOH



Definisi Sosiologi Menurut Para Tokoh
1.    Gustav Ratzenhover, mengemukakan bahwa sosiologi adalah pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi social serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.
2.    Charles Ellwood, sosiologi merupakan pengetahuan yang menjelaskan hubungan manusia dan golongannya, bentuk dan kewajibannya, serta asal dan kemajuannya.
3.    Herbert Spenser, sosiologi mempelajari tumbuh, bangun dan kewajiban masyarakat.
4.    Emile Durkeim, menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta yang berisi cara bertindak, berpikir dan berperasaan yang ada diluar individu. Fakta-fakta tersebut mempunyai kekuatan untuk mengendalikan individu.
5.    Max Meber, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tindakan2 sosial.
6.    Pitirim A. Sorokin, sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala social (misalnya, gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi), hubungan dan pengaruh timabl balik antara gejala social dan nonsosial (misalnya, pengungsian dengan bencana alam), dan cirri-ciri umum dari semua jenis gejala-gejala social.
7.    William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff, sosiologi sebagai ilmu tentang penelitian ilmiah terhadap interaksi social dan hasilnya adalah organisasi social.
8.    Joseph Roucek dan Roland Waren mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok.
9.    Kenneth C. W. Kemmeyer, sosiologi adalah studi sistematis tentang perilaku social individu, karya-karya kelompok social, organisasi, kebudayaan dan masyarakat dan pengaruh kelompok social, kebudayaan dan massyarakat atas perilaku individu dan kelompok.
10. Soerjono Soekanto, sosiologi merupakan ilmu yang memepelajari masyarakat secara keseluruhan dan hubungan tentang orang-orang dalam masyarakat.
11. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses social, termasuk perubahan social.
12. Anthony Giddens, sosiologi sebagai studi tentang kehidupan sosial manusia, kelompok, dan masyarakat. Menurutnya ilmu ini sangat  menarik, karena subjeknya adalah perilaku manusia itu sendiri.
13. Mayor Polak, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni hubungan antara manusia dan manusia, manusia dengan kelompok, baik formal maupun material, statis maupun dinamis.
14. Hasan Shadily, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan2 antar manusia yang menguasai kehidupan itu.
Terimakasih. Semoga Bermanfaat……….!!!!!!!

FUNGI



JAMUR ATAU FUNGI

Jamur merupakan organisme uniseluler maupun multiseluler (umumnya berbentuk benang disebut hifa, hifa bercabang-cabang membentuk bangunan seperti anyaman disebut miselium, dinding sel mengandung kitin, eukariotik, tidak berklorofil. Hidup secara heterotrof dengan jalan saprofit (menguraikan sampah organik), parasit (merugikan organisme lain), dan simbiosis. Habitat jamur secara umum terdapat di darat dan tempat yang lembab. Jamur uniseluler dapat berkembangbiak dengan dua cara yaitu vegetatif dapat dilakukan dengan cara membentuk spora, membelah diri, kuncup (budding). Secara generatif dengan cara membentuk spora askus. Sedang untuk jamur Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof dengan tipe sel eukariotik. Multiseluler reproduksi vegetatif dengan cara fragmentasi, konidium, zoospora. Secara generatif dapat dilakukan dengan cara konjugasi, hifa yang akan menghasilkan zigospora, spora askus, spora basidium.


Ciri umum jamur adalah :
-Jamur termasuk organisme eukariotik kerena sel penyusunnya memiliki membran inti.
- Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler.
- Memiliki dinding sel dari bahan kitin.
- Tidak memiliki klorofil.
- Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium.
- Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada pula dengan cara generatif.




KLASIFIKASI JAMUR
Kingdom fungi dibagi menjadi lima divisi yang berbeda dalam hal struktur hifa dan struktur penghasil spora, teriri dari yaitu:

1. Zygomycotina (kelas Zygomycetes)

a. Habitat di darat, di tanah yang lembab atau sisa organisme mati
b. Hifanya bercabang banyak tidak bersekat saat masih muda dan bersekat setelah menjadi
tua
c. Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk spora tak berflagel (aplanospora) dan
generatif dengan cara gametangiogami dari dua hifa yang kompatibel/konjugasi dengan
menghasilkan zigospora
d. Contohnya :Rhizopus sp
Miseliumnya mempunyai tiga tipe hifa yaitu :
* stolon (hifa yang membentuk jaringan di permukaan substrat seperti roti),
* rhizoid (hifa yang mnembus substrat dan berfungsi untuk menyerap makanan),
*sporangiofor (tangkai sporangium)
Berkembangbiak dengan cara vegetatif yaitu membuat sporangium yang menghasilkan spora.
Generatif yaitu dengan konjugasi dua hifa (-) dan hifa (+).
Contoh lain dari jamur dan perannya
1. Mucor mucedo Hidup pada kotoran ternak
2. Rhizopus nigricans Menghasilkan asam fumarat, pemasak buah
3. Rhizopus oryzae Jamur tempe/untuk membuat tempe
4. Rhizopus nodusus Menghasilkan asam laktat
5. Plasmopora viticola Parasit pada anggur

2. Ascomycotina

Hidup saprofit di dalam tanah atau hipogean, hisup di kotoran ternak disebut koprofil, ada juga yang parasit pada tumbuhan. Tubuhnya terdiri atas benang-benang yang bersekat atau ada yang unisel.
Cara berkembangbiak ada dua cara:
a. Secara vegetatif. Dengan cara kalmidospora (spora berdinding tebal), fragmentasi
(pemisahan sebagian csbang dari miselium yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru),
tunas/kuncup (budding) yaitu pada Saccharomyces.
b. Secara generatif
Dengan menghasilkan spora yang dibentuk di dalam askus. Askus-askus itu berkumpul dalam badan yang disebut askokarp
Contohnya:
a. Saccaharomyces cerevisiae untuk membuat tape
b. Saccaharomyces ovale untuk membuat tape
c. Saccaharomyces sake untuk membuat sake jepang
d. Penicillium notatum penghasil antibiotik pinisilin
e. Penicillium chryzogenum penghasil antibiotik pinisilin
f. Penicillium camemberti mengharumkan keju
g. Penicillium roquerforti mengharumkan keju
h. Aspergillus flavus menghasilkan alfatoksin
i. Aspergillus fumigatus parasit paru-paru burung
j. Aspergillus oryzae untuk membuat tape
k. Aspergillus wentii untuk membuat kecap
l. Aspergillus nidulans penyebab automikosis/penyakit telinga
m. Laboulbenia parasit pada serangga
n. Claviseps purpurea bahan obat-obatan
o. Reosellina arcuata hidup pada potongan akar
p. Nectria cinabarina parasit pada kayu manis
q. Neurospora sitophila untuk membuat oncom

3. Basidiomycotina

Umumnya makroskopis atau mudah dilihat dengan mata telanjang. Miseliumnya bersekat dan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: miselium primer (miselium yang sel-selnya berinti satu, umumnya berasal dari perkembangan basidiospora) dan miselium sekunder (miselium yang sel penyusunnya berinti dua, miselium ini merupakan hasil konjugasi dua miselium primer atau persatuan dua basidiospora).
Cara reproduksi : vegetatif (dengan membentuk tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium) dan secara generatif (dengan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp, yang menghasilkan spora yang disebut basidiospora)

Contohnya:
a. Puccinia graminis parasit pada rumput-rumputan
b. Ustilago vireus parasit pada padi
c. Ustilago maydis parasit pada jagung
d. Volvariella volvacea jamur merang, dapat dimakan
e. Auricularia polytrica jamur kuping, dapat dimakan
f. Amanita phalloides menghasilkan racun falin yang merusak darah
g. Ustilago compestris jamur kaleng
h. Amanita muscaria menghasilkan racun muskarin yang dapat membunuh lalat
i. Pleurotes (jamur tiram) enak dimakan
j. Exobasidium vexans parasit pada tanaman the
k. Corticium salmonella jamur upas, parasit pada pohon buah-buahan dan karet

4. Deuteromycotina
a. Belum diketahui tingkat seksualnya, disebut juga jamur tidak sempurna (fungi imperfecti)
b. Pembiakan vegetatif dengan menggunakan konidium, sedang alat pembiakan generatifnya
(askus atau basidium) belum atau tidak dikenal. Contoh klasik ialah Monilia sitophila, jamur
ini masuk Deuteromycotina. Tetapi setelah ditemukan alat pembiakan generetif oleh Dodge
(1927) dan Dwijosoeputro (1961), jamur ini dikelompokkan ke dalam Ascomycotina dan
namanya diganti menjadi Neurospora sitophila.
. Contohnya
a. Helminthosprium oryzae parasit pada padi
b. Sclerotium rolfsii parasit pada bawang merah
c. Monila sitophila jamur oncom, enak dimakan
d. Tinea versicolor jamur panu
e. Epidermophyton floocossum jamur kulit, parasit pada kaki atlit
f. Verticillium penyebab layu pada bibit-bibit tanaman
g. Curvularia parasit pada rerumputan

MIKORIZA

Mikoriza bukan takson dalam kingdom jamur, mikoriza merupakan jamur yang hifanya bersimbiosis dengan akar suatu tanaman. Berdasarkan kedalaman jaringan yang digunakannya mikoriza dapat digolongkan menjadi dua tipe mikoriza, yaitu:

Ektomikoriza
Yaitu jika hifa jamur hanya hidup di daerah permukaan akar, yakni pada jaringan epidermis. Dari tumbuhan inangnya memperolah bahan makanan seperti vitamin, gula, asam amino. Sedangkan inangnya mendapatkan air dan unsur-unsur dari tanah lebih banyak. Contohnya jamur ektomikoriza bersimbiosis dengan tanaman pinus, bentuknya seperti payung.


Endomikoriza
Yaitu hifa jamur menembus akar hingga masuk ke jaringan korteks. Endomikoriza tidak mempunyai inang khusus. Contohnya jamur yang hidup pada akar anggrek, sayuran, dan berbagai jenis pohon.

LUMUT KERAK
(LICHENES)

Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dari golongan Ascomycotina atau Basidiomycotina (mikobion) dengan Chlorophyta atau Cyanobacteria bersel satu (fikobion). Menurut bentuk pertumbuhannya, lumut kerak terbagi menjadi tiga tipe yaitu:
a. Krustos, jika talus terbentuk seperti kerak (kulit keras) dan melekat erat pada substratnya.
Contohnya : Physcia
b. Folios, jika talus berbentuk seperti daun. Contohnya : Umbillicaria, Parmelia
c. Fruktikos, jika talus tegak seperti semak atau menggantung seperti jumbai atau pita.
Contohnya Usnea longissima
Reproduksi generatif yaitu berdiri sendiri antara jamur dan ganggang yang bersimbiosis, dan vegetatif dengan cara fragmentasi. Manfaat lumut kerak bagi kehidupan manusia diantaranya:
a. Dapat dibuat obat
b. Dapat digunakan sebagai penambah rasa dan aroma
c. Pigmen yang dihasilkan dapat dibuat kertas lakmus celup
indikator pH
d. Pada daerah bebatuan, lumut kerak dapat melapukan bebatuan dan menambah kandungan zat-zat yang dimilikinya Dapat digunakan sebagai
indikator pencemaran

PROTISTA



PROTISTA
A. CIRI-CIRI PROTISTA

  1. Umumnya uniseluler, ada beberapa yang multiseluler tetapi masih sederhana dan belum terdeferensiasi menjadi jaringan.
  2. Sel bersifat eukarotik, yaitu  sudah mempunyai membran inti sel
  3. Hidup di air, baik air tawar maupun laut, di tanah, seresah dan tempat-tempat  yang lembab.
  4. Memiliki cara makan yang berbeda-beda, yang dapat digolongkan dalam 3 kategori, yaitu:
a. Protista autotrof,  yaitu protista yg memiliki klorofil shg mampu berfotosintesis (mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik dengan bantuan energi matahari). Contoh : Algae ( Euglenophyta, Chrysophyta, Pyrrophyta, Phaeophyta, Chlorophyta)
b.   Protista heterotrof,  yaitu protista yg “menelan” makanan dengan cara fagositosis atau memasukkan makanan melalui mulut sel. Contoh : Protozoa (Mastigophora, Sarcodina, Ciliata, Sporozoa).
c.  Protista yg mencerna makanan di luar sel (ekstraseluler) dan kemudian menyerap hasilnya yang berupa sari-sari makanan.
  B. PENGGOLONGAN PROTISTA
      Protista mempunyai anggota yg sangat banyak, sehingga untuk mempelajarinya para ahli taksonomi membagi protista dalam 3 golongan, yaitu :
1. Protista Menyerupai Hewan (PROTOZOA)
Berdasarkan alat geraknya dibagi  menjadi 4 Filum, yaitu :
a. Mastigophora / Flagellata ( Protista berbulu cambuk)
b. Sarcodina / Rhizopoda (Protista berkaki semu)
c. Ciliophora / Ciliata (Protista bersilia)
d. Sporozoa (Protista berspora)
2. Protista Menyerupai Tumbuhan (ALGAE)
Berdasarkan pigmen yang dikandungnya dibagi menjadi 6 Filum, yaitu :
a. Euglenophyta (ganggang euglena)
b. Chrysophyta (ganggang perang/ keemasan)
c. Pyrrophyta (ganggang Api)
d. Phaeophyta (ganggang coklat)
e. Rhodophyta  (ganggang merah)
f.  Chlorophyta (ganggang hijau)
3. Protista menyerupai jamur       
            Dibagi menjadi 2 Filum, yaitu :
a. Myxomycota (jamur lendir)
b. Oomycota (jamur air)         
A. PROTOZOA
(Protista mirip hewan)
 CIRI-CIRI :
  1. Protozoa berasal dari kata Proto artinya pertama,dan zoon ya artinya hewan. Jadi protozoa artinya hewan yg pertama.
  2. Tubuh uniseluler, ukuran tubuh sekitar 100 – 300 mikron.
  3. Sel terbungkus oleh membran sel.Protoplasma dibedakan menjadi 2, yaitu ektoplasma (bagian luar) dan endoplasma (bagian dalam).
Ektoplasma dapat menghasilkan dinding sel berupa pedicula (selaput sel) atau test (cangkang yg keras).
Di dalam endoplasma terdapat organella, contohnya nukleus, vakuola kontraktil (vakuola berdenyut) dan vakuola makanan.  Umumnya Protozoa memiliki satu inti (nukleus), kecuali pada Paramaecium mempunyai 2 inti (makronukleus dan mikronukleus).
Vakuola kontraktil adalah organel yg berfungsi untuk mengeluarkan sisa –sisa metabolisme (ekskresi) dan untuk osmoregulator (mengatur tekanan).
4. Habitat kosmopolitan, artinya ada yang hidup di air, di tempat lembab atau parasit pada organisme lain.
5. Respirasi dilakukan oleh seluruh permukaan tubuhnya dengan cara difusi.
6. Reproduksi :   Vegetatif/aseksual : umumnya dengan membelah diri, tetapi  ada pula yang membentuk spora.
  Generatif/seksual :  konjugasi    


PENGGOLONGAN Protozoa dibagi menjadi 4 filum berdasarkan alat geraknya, yaitu

1.   MASTIGOPHORA / FLAGELLATA
Flagellum = bulu cambuk. ; mempunyai alat gerak berupa flagella/bulu cambuk. Mastix= bulu cambuk
Flagellata mempunyai 1 atau beberapa flagella pada bagian anterior.
Fungsi flagella : sebagai alat gerak, alat peraba dan untuk menangkap makanan
Habitat: parasit pada organisme lain Sitoplasma dilapisi pelikel/kutikula sehingga bentuknya tetap. Reproduksi dengan cara membelah diri.
        Contoh :
- Trypanosoma gambiense Trypanosoma rhodesiense Parasit pada darah manusia, Menyebabkan penyakit tidur, dengan perantara lalat Tse-tse       yaitu Glossina palpatis
Trypanosoma cruzi ,     penyebab penyakit chagas
- Trypanosoma evansi, menyebabkan penyakit sura pada hewan    ternak
 -  Leishmania donovani, penyebab penyakit kalazaar
Trichomonas vaginalis, penyebab keputihan pada wanita
- Giardia lamblia,   terutama hidup pada usus dua belas jari sehingga menyebabkan  diare
 Description: http://trisniatma.com/wp-content/uploads/2011/09/Picture-488-196x300.jpg
    
2.   SARCODINA / RHIZOPHODA
Rhizophora berasal dari kata rhizo= akar dan podos = kaki, sedang Sarcodina berasal dari kata sarkodes = daging. Jadi Rhizophoda adalah protozoa yang menggunakan kaki semu (pseudopodia) untuk bergerak dan sebagai alat untuk mengangkap mangsanya. Pseudopodia merupakan penjuluran atau penonjolan ke arah luar dari sitoplasma.
Pseudopodia mempunyai beberapa bentuk, yaitu :
1.  Lobodia / Lobopodium, berupa ujung yg tumpul
2.  Filopodia / Filopodium, ujung halus dan runcing
3.  Aksopodia, bentuk teratur dari satu titik pusat
4.  Rhizopodia, bentuk kurus dan bercabang
Tubuh bersel satu, dengan bentuk yang berubah ubah / amorf. Ada yang telanjang , dan ada yang mempunyai cangkang. Contoh yang mempunyai cangkang adalah Foraminifera , Arcella
Hidup bebas di alam, dan ada juga yang parasit
Makanan diambil dengan cara fagosit.
Reproduksi dengan cara membelah diri (pembelahan langsung tanpa didahului mitosis)
Contoh :
a. Amoeba (a: tidak, morf: bentuk) :
hidup bebas  : Amoeba proteus
Description: http://trisniatma.com/wp-content/uploads/2011/09/Picture-497.jpg
hidup parasit pada manusia:
- Entamoeba dysentriae (Entamoeba histolytica)
Hidup parasit dalam usus halus manusia, menyebabkan disentri
- Entamoeba coli, dalam usus tebal (kolon) manusia, membantu membusukkan sisa-sisa makanan dan membantu menyusun vitamin 
Entamoeba ginggivalis hidup di rongga mulut (celah-celah gigi/gusi) manusia, memnyebabkan penyakit gusi (ginggivitis).
b. Rhizophoda bercangkang:
-Arcella
 -Foraminifera, sebagai penunjuk adanya kandungan minyak bumi, hidup di laut
  – Radiolaria (Heliospera), sebagai bahan penggosok, hidup di laut
- Heliozoa (contoh : Actinosphaerium )
Description: http://trisniatma.com/wp-content/uploads/2011/09/Picture-462-222x300.jpg
 Description: http://trisniatma.com/wp-content/uploads/2011/09/Picture-494.jpgDescription: http://trisniatma.com/wp-content/uploads/2011/09/Picture-486-194x300.jpg         
3. CILIATA / CILIOPHORA /      INFUSORIA
 Mempunyai alat gerak berupa silia / rambut getar
Fungsi silia : sebagai alat gerak, penerima rangsang dan pengambil makanan.
Selnya dilapisi pelikel sehingga bentuknya tetap (umumnya berbentuk oval), memiliki satu makronukleus dan satu atau lebih mikronukleus.
Fungsi  makronukleus adalah berperan dalam metabolisme
Fungsi mikronukleus adalah berperan dalam perkembangbiakan
Hidup di air tawar, tanah dan ada yg parasit
Reproduksi : Aseksual : membelah diri
Seksual   : konjugasi
Contoh : Paramaecium caudatum (hidup bebas)
Nyctoterus ovalis (parasit pada usus kecoa)
Balantidium coli (hidup di kolon manusia) menyebabkan balantidiosis (diare)
Stentor (bentuk terompet, hidup di air tawar)
Didinium (predator Paramaecium, hidup di air tawar)    
Vorticella(bentuk lonceng dengan tangkai panjang untuk melekat, hidup di air tawar),
 Stylonichia (silia berbentuk duri, hidup bebas di air tawar).
Description: http://trisniatma.com/wp-content/uploads/2011/09/220px-Trapka_velka_Paramecium_caudatum.jpg
Description: http://trisniatma.com/wp-content/uploads/2011/09/dininium1.gif
Description: http://trisniatma.com/wp-content/uploads/2011/09/vorticella-166x300.jpg

Proses konjugasi pada Paramaecium caudatum :
  1. Dua Paramaecium saling menempel pada bagian oral (mulut sel). Membran sel yg menempel melebur sehingga terbentuk saluran konjugasi/jembatan sitoplasmik.
  2. Pada bagian masing-masing sel, mikronukleus diploid (2n) membelah secara meiosis menghasilkan 4 mikronukleus haploid (n). Makronukleus tetap.
  3. 3 mikronukleus yang dihasilkan dari masing-masing Paramaecium akan hancur, sedangkan satu mikronukleus akan membelah secara mitosis menghasilkan 2 mikronukleus.
  4. Satu nukleus akan bergerak ke arah jembatan sitoplasmik, melebur dengan mikronukleus sel Paramaecium di sebelahnya sehingga 2 inti (mikronukleus) bergabung menjadi satu (sinkarion).  2 Paramaecium tersebut akhirnya identik.
  5. Sel-sel Paramaecium terpisah. Makronukleus hancur. Mikronukleus membelah secara mitosis 3 kali berturut-turut menghasilkan 8 mikronukleus.
  6. 3 mikronukleus menghilang/melebur, 4 mikronukleus bergabung membentuk makronukleus sedangkan 1 mikronukleus tetap menjadi mikronukleus.
  7. Selanjutnya, masing-masing Paramaecium membelah 2 kali berturut-turut sehingga setiap Paramaecium menghasilkan 4 Paramaecium baru.


4.   SPOROZOA
  •  Semua anggotanya bersifat parasit, tidak mempunyai alat gerak.
  • Membentuk spora untuk menginfeksi inangnya.
  • Bentuk bulat panjang
  • Reproduksi :
Aseksual : Skizogoni,   yaitu pembelahan diri yang berlangsung dalam   tubuh inang tetapnya.
Seksual :  Sporogoni, yaitu pembentukan spora yang berlangsung di dalam tubuh inang perantaranya (hospes intermediet).
Contoh:
Plasmodium, parasit pada eritrosit (darah merah) manusia, menyebabkan penyakit malaria dengan perantara nyamuk Anophelesbetina.
Ada 4 macam Plasmodium, yaitu :
  1. Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana , gejala timbul demam selang 48 jam
  2. Plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana, gejala timbul demam selang 72 jam.
  3. Plasmodium falcifarum menyebabkan malaria tropica, gejala demam timbul tidak menentu.
  4. Plasmodium ovale menyebabkan malaria dengan gejala yang sama dengan malaria tertiana.
  5. Toxoplasma gondii , penyebab penyakit toxoplasmasis. Hidup dalam darah, limfe, dan jaringan otak Mammalia, misal kucing.
Daur hidup Plasmodium :
1.  Fase vegetatif / aseksual/ skizogoni :
Berlangsung di dalam tubuh manusia.
a.  Siklus Eksoeritrositer(EE). ( ekso : luar , eritrosit : sel darah merah)
Nyamuk Anopheles betina mengisap darah manusia, sporozoit (bibit penyakit) dalam air liur nyamuk masuk ke dalam tubuh manusia. Sporozoit menyerang butir-butir sel darah merah kemudian masuk ke hati menjadi skizont kriptozoik.  Skizont kriptozoik berkembang biak secara vegetatif dengan membelah diri membentuk merozoit cryptozoik.
 b.  Siklus Eritrositer (E).
Merozoit cryptozoik masuk ke dalam sel darah merah dan  berkembang menjadi bentuk tropozoit. Selanjutnya inti tropozoit tersebut  mengalami pembelahan secara berganda membentuk merozoit . Kemudian sel darah merah pecah. Sebagian merozoit ada yang berkembang membentuk gametofit, sedang sebagian yang lain ada yang menyerang sel darah merah yang lain. Proses merozoit menyerang sel darah merah disebut sporu
2.      Fase generatif / seksual / sporogoni :
Berlangsung di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina
            Saat nyamuk menghisap darah manusia, gametosit ikut terbawa masuk ke dalamtubuh nyamuk. Gametofit tersebut akan berkembang menjadi mikrogamet (gamet jantan) dan makrogamet (gamet betina). Jika terjadi pembuahan (gamet jantan membuahi gamet betina) maka akan terbentuk zigot yang menempel di dinding lambung nyamuk.  Zigot  akan berkembang menjadi ookinet.  Ookinet menembus dinding lambung dan menempel di sebelah luar. Ookinet selanjutnya tumbuh menjadi ookista. Ookista membelah menjadi banyak.
Tiap ookista akan membungkus diri dengan sedikit sitoplasma membentuk oosit . Oosit akan berkembang membentuk sporozoit baru yang tersebar ke dalam jaringan tubuh nyamuk Anopheles termasuk ke dalam kelenjar liur.
BAGAN DAUR HIDUP PLASMODIUM : 


 B. ALGAE (GANGGANG)
(Protista mirip tumbuhan)
 CIRI-CIRI ALGAE :
  •  Ada yang uniseluler dan ada pula yang multiseluler.
Algae uniseluler ada yang soliter, ada pula yang berkoloni; beberapa algae uniseluler dapat bergerak dengan menggunakan bulu cambuk.
Algae multiseluler dapat berupa filamen (benang), lembaran atau menyerupai tumbuhan tingkat tinggi tetapi belum dapat dibedakan bagian akar, batang dan daun (masih berupa thalus).
  • Mempunyai ukuran yang sangat beragam. Ada yang hanya dapat diamati dengan bantuan mikroskop (mikroskopik), ada pula yang dapat dilihat langsung tanpa bantuan alat (makroskopik).
  • Habitat di air (air tawar atau air laut) dan juga di tempat-tempat yang lembab dan basah.
  • Algae sudah mempunyai dinding sel, sehingga bentuknya tetap.
  • Dalam sel algae mempunyai berbagai plastida, yang paling utama adalah kloroplas.
Plastida adalah organel sel yang mengandung zat warna (pigmen).
Kloroplas adalah plastida yang mengandung pigmen klorofil yang berperan dalam fotosintesis. Oleh karena itu algae bersifat autotrof, yaitu dapat menyusun makanan sendiri yang berupa zat organik dari zat-zat anorganik.
Pada permukaan atau di dalam kloroplas terdapat pirenoid.
Fungsi Pirenoid : pada ganggang hijau sebagai tempat pembentukan amilum,
pada ganggang yang lain berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
Pigmen-pigmen lain yang terdapat dalam algae, di antaranya adalah :
- fikosianin (warna biru)
- xantofil    (warna kuning)
- fikosantin (warna pirang/coklat)
- fikoeritrin (warna merah)
- karoten (warna keemasan)
Kandungan pigmen-pigmen tersebut dalam algae dijadikan sebagai dasar klasifikasi (penggolongan) algae.


  • Cara Reproduksi :
a.  Secara Vegetatif (Aseksual) :
Algae uniseluler  :
pembelahan biner, contoh pada : Chlorella, Chlamydomonas,  Navicula
- membentuk zoospora (spora kembara), yaitu spora yang dapat bergerak dengan berenang menggunakan flagella yang terbentuk dari pembelahan protoplasma secara membujur, dimana tiap potongan hasil pembelahan akan terbungkus oleh dinding sel baru yang dilengkapi dengan bulu cambuk (flagel ).
Contoh pada : Chroococcum,Oedogonium,  Vaucheria
Algae multiseluler :
- dengan fragmentasi, yaitu pemutusan bagian tubuh menjadi beberapa bagian. Potongan-potongan tubuh tersebut akan tumbuh menjadi individu-individu baru. Contoh pada : Spirogyra, Volvox globator
b.   Secara Generatif (Seksual) :
Konjugasi : berlangsung pada algae yang berbentuk benang/filamen.
Peleburan gamet jantan (sperma) dengan gamet betina (ovum).
Ada 3 macam peleburan gamet, yaitu :
1. Isogami ( iso = sama )  yaitu peleburan antara gamet jantan dengan gamet betina yang mempunyai ukuran dan bentuk yang sama sehingga gamet jantan dan gamet betina sulit untuk dibedakan
2. Anisogami (an = tidak, iso = sama), yaitu peleburan gamet jantan dengan gamet betina yang mempunyai bentuk sama tetapi ukuran berbeda. Gamet jantan mempunyai ukuran yang lebih kecil dari gamet betina.
3. Oogami , yaitu peleburan gamet jantan dengan gamet betina yang mempunyai ukuran dan bentuk yang berbeda. Gamet jantan ukuran lebi kecil dan dapat bergerak, gamet betina besar dan tidak dapat bergerak.
    KLASIFIKASI : Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, algae dibagi menjadi 5 filum, yaitu :
 1. Chrysophyta (ganggang pirang/ kuning keemasan)
2. Diatomae (Bacillariophyta) / Ganggang Kersik
3. Chlorophyta (ganggang hijau)
4. Phaeophyta (ganggang coklat)
5. Rhodophyta  (ganggang merah)
6. Pyrrophyta (ganggang api)
    1.   CHRYSOPHYTA ( G. KEEMASAN )
Ciri-ciri :
  • Habitatnya ada yang di air tawar, di laut dan juga di tanah yang basah
  • Mengandung pigmen :
klorofil a dan klorofil c yang terdapat dalam kloroplas yang     berbentuk cakram atau lembaran
karoten (keemasan) dan xantofil (kuning)
  • Dinding sel mengandung zat kerzik / silika

Chrysophyta dibagi menjadi 3 kelas, yaitu :
a. Xanthophyceae (ganggang hijau-kuning)
b. Chrysophyceae (ganggang cokelat-keemasan)
c.  Bacillariophyceae — Dipisahkan tersendiri dalam kelas Bacillariophyta
a. Xanthophyceae (ganggang hijau-kuning)
       - mempunyai pigmen hijau (klorofil) dan kuning (xantofil).
- contoh : Vaucheria (bentuk benang)
b. Chrysophyceae (ganggang cokelat-keemasan)
- mempunyai pigmen hijau (klorofil) dan keemasan (karoten)
- contoh :  Ochromonas (uniseluler)
Synura (koloni)
Manfaat  :  sebagai fitoplankton di ekosistem perairan
    2. BACILLARIOPHYTA ( DIATOM / G. KERSIK )
  • Habitatnya ada yang di air tawar, di laut dan juga di tanah yang basah
  • Mengandung pigmen :
-   Klorofil a dan klorofil c
-   Karotenoid, fukosantin, diatoksantin dan diadinoksantin
  • Dinding sel mengandung zat kersik / silika
  • Contoh : Navicula, Pinnularia, Actinastrum, Desmidium, Bacteriastrum
  • Manfaaat :    -   bahan isolasi
-   bahan penyekat dinamit
-   bahan penggosok
3.  CHLOROPHYTA ( G. HIJAU )
  • Habitat : paling banyak di air tawar (90%), di air laut(10%)yaitu yang berukuran besar.Sebagian ada yang dapat bersimbiosis dengan jamur
  •  Ada yang uniseluler, ada yang multiseluler dengan bentuk bermacam-macam
  • Dinding sel mengandung selulosa
  • Mempunyai kloroplas dengan bentuk bermacam-macam, contohnya :
- Spirogyra kloroplas bentuk spiral
- Chlorella kloroplas bentuk bulat
- Chlamydomonas bentuk mangkuk
  • Mempunyai pirenoid (tempat pembentukan amilum/cadangan makanan)
  • Mengandung pigmen :
-   Klorofil a dan klorofil b
-   karoten dan santofil
  • Bentuk thalus : lembaran, benang, bulat
  • Reproduksi :  - Aseksual : membentuk zoospora
- Seksual    : konjugasi
Proses konjugasi pada Spirogyra :
 Dua benang Spirogyra yang berdekatan membentuk  tonjolan yang saling mendekat. Kemudian kedua tonjolan tadi bergabung membentuk saluran pembuluh.
Protoplasma isi sel di dalam sel Spirogyra yang sudah berhubungan tersebut berlaku sebagai gametangium. Gametangium + (yang bergerak) berpindah ke sel Spirogyra yang lain bergabung dengan gametangiun – (yang diam ) .
Proses bergabungnya protoplasma isi sel disebut plasmogami dan diteruskan pengabungan inti (kariogami).
Hasil persatuan gametangium terbentuk zigot yang diploid, kemudian membentuk zigospora yang berdinding kuat dan tetap dorman untuk beberapa lama. Jika zigospora tumbuh, maka akan terjadi pembelahan meiosis menjadi empat sel yang haploid. Hanya satu sel yang berubah menjadi Spirogyra baru.
Contoh :
Bentuk
Contoh
1. Uniseluler :

    a. dapat bergerak
Chlamydomonas, Euglena
    b. tidak dapat bergerak
Chlorella, Chloroccum
2. Berkoloni :

    a. dapat bergerak
Volvox
    b. tidak dapat bergerak
Hydrodictyon
3. Berbentuk benang
Spirogyra, Oedogonium
4. Berbentuk lembaran
Ulva, Chara
Manfaat :
- Fitoplankton di ekosistem air
- Sumber Protein Sel Tunggal (PST/ Single Cell Protein), yaitu Chlorella
- Sebagai sayuran, yaitu Ulva (selada laut)
    4.    PHAEOPHYTA ( G. COKLAT )
  •  Habitat : sebagian besar hidup di laut, terutama di daerah beriklim dingin
  • Bentuk tubuh menyerupai tumbuhan tingkat tinggi karena memiliki bagian seperti akar, batang dan daun.
  • Mengandung pigmen :
-   klorofil a dan klorofil c
-   fukosantin, karoten dan santofil
  •  Dinding sel mengandung selulosa dan asam alginat
  • Contoh : Fucus, Turbinaria, Sargassum, Laminaria, Macrocystis
  • Manfaat :
- penghasil asam alginat
- penghasil Kalium (K), Nitrogen (N), Fosfor (P), Iodium (I2), Kalsium (Ca)
- sebagai fitoplankton di ekosistem air

5.     RHODOPHYTA ( G. MERAH )
  •  Habitat : sebagian besar hidup di laut, beberapa hidup di air tawar dan tanah.
  • Bentuk tubuh menyerupai tumbuhan tingkat tinggi
  • Mengandung pigmen :
-   klorofil a dan klorofil b
-   fikoeritrin, fikosianin, karotenoid
  • Dinding sel mengandung manan dan xilan
  • Contoh : Gracilaria, Eucheuma, Gelidium, Chondrus
  • Manfaat :
- Bahan agar-agar dan sup
- penghasil karagin, yaitu material gelatin yang sering digunakan dalam pembuatan alat kosmetik,  cat, es krim dan bahan pembuat kue.
 C.  PROTISTA MENYERUPAI JAMUR    
Ciri-ciri :
  • Uniseluler atau multiseluler
  • Tidak mempunyai klorofil
  • Habitat di tempat –tempat lembab
Protista menyerupai jamur dibagi 2 filum, yaitu :
1. Myxomycota (Jamur Lendir / Plasmodial )
2. Oomycota ( Jamur Air )
  1.      MYXOMYCOTA ( JAMUR LENDIR / PLASMODIAL )
  • Dijumpai di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab.
  • Struktur tubuh vegetatif :
- berbentuk seperti lendir atau plasmodial, yaitu  suatu massa  protoplasma  tanpa dinding sel yang berinti banyak (multinukleat).
- pada fase vegetatif sifat-sifat jamur lendir mirip dengan Amoeba , tetapi reproduksinya mirip fungi.
  • Reproduksi :    – Aseksual / vegetatif         :    membentuk spora
- Seksual / generatif    :  peleburan gamet (singami, yaitu peleburan gamet jantan dan betina yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama)
  • Di bagi menjadi 2 tipe, yaitu :
1. Myxomycota (tidak bersekat)
2. Acrasiomycota (bersekat)

  2.    OOMYCOTA ( JAMUR AIR )
  •  Hifa tidak bersekat (senositik), berinti banyak
  • Dinding sel terdiri atas selulosa
  • Habitat : dijumpai pada tempat-tempat  berair, banyak bahan organik dan tidak terkena cahaya matahari langsung.
  • Reproduksi :    aseksual : membentuk zoospora yang memiliki 2 flagella
Seksual  :  peleburan gamet
  •  Contoh : Saprolegnia , saprofit pada hewan yang mati di air
Phytophtora  atau jamur karat putih :
- Phytophtora infestans parasit pada kentang
- Phytophtora nicotinae parasit pada tembakau
- Phytophtora palmifera parasit pada kelapa
Pythium ; menyebabkan penyakit busuk pada perkecambahan (tanaman di persemaian), contohnya pada tembakau, bayam, kemiri dll